Mengarungi Riam-Riam Mahakam!

Standard
Sebuah Long Boat berupaya menerjang Riam Panjang Sungai Mahakam di Long Pahangai

Sebuah Long Boat berupaya menerjang Riam Panjang Sungai Mahakam di Long Pahangai

Nyali menciut menyaksikan Riam Udang di hulu Sungai Mahakam, Kecamatan Long Bagun, Kabupaten Kutai Barat, pertengahan Mei 2012 lalu. Air mengalir deras membentur bebatuan, membentuk pusaran lebar dan gulungan-gulungan ombak setinggi 1 meter. ketika perahu cepat melaju kencang menembus jeram ganas itu. Perahu bergoyang ke kiri dan kanan. Tubuh terempas ke lantai perahu. Pakaian basah kuyup terciprat air (Kopral Dua Murdianto)

Riam Udang  yang sangat ditakuti ketika debit Sungai Mahakam meningkat

Riam Udang yang sangat ditakuti ketika debit Sungai Mahakam meningkat

Si juru mudi atau kami biasa menyebutnya motoris perahu, benar-benar handal. Ia berhasil melintasi Riam Udang dengan selamat. Namun, itu baru satu. Masih ada belasan riam berbahaya lain di sungai terpanjang di Kaltim itu. Sebaran riam memang berada di hulu Mahakam, terletak di tiga kecamatan, yaitu Long Bagun, Long Pahangai, dan Long Apari. Yang terakhir merupakan kecamatan perbatasan dengan Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat dan Sarawak, Malaysia. Long Bagun dapat dijangkau dengan berperahu selama 36 jam dari Samarinda, ibu kota Kaltim.

Mereka yang takut merasakan terjangan Riam Panjang, memilih berjalan kaki

Mereka yang takut merasakan terjangan Riam Panjang, memilih berjalan kaki

Karena banyak riam, hanya perahu panjang dengan mesin bertenaga besar yang mampu menyusuri sungai. Masyarakat menyebutnya Long Boat. Setiap perahu minimal memiliki dua mesin yang masing-masing berkekuatan 200 PK (daya kuda). Perahu-perahu itu juga harus dikemudikan oleh motoris yang handal jika tidak ingin karam diempas jeram. Kebanyakan motoris berasal dari Kampung Long Apari di titik paling hulu sungai yang panjangnya sekitar 980 kilometer itu.

Menyusuri tepian Riam Panjang

Menyusuri tepian Riam Panjang

Karena riam pula, pasokan bahan makanan, barang kelontong, dan bahan bakar minyak untuk warga Long Pahangai dan Long Apari hanya bisa dibawa oleh perahu besar sampai ke Long Bagun. Semua barang kemudian diangkut dengan perahu-perahu panjang. Perahu kayu sepanjang 5 meter itu juga menjadi sarana transportasi penumpang asal Long Pahangai dan Long Apari.

Perjalanan menuju hulu Mahakam sangat berbahaya karena perahu harus melawan arus deras dan menerjang puluhan jeram. Masing-masing jeram memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Ketika musim hujan, ada jeram yang arusnya semakin kuat. Sementara ketika kemarau, jeram lain memunculkan bebatuan di permukaan air dan bisa menghancurkan perahu jika tertabrak. Oleh sebab itu, terkadang suatu perjalanan ditunda hingga sungai menjadi agak jinak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s