Menghijaukan Long Bagun

Standard
Penanaman pohon dilakukan di sepanjang jalan Long Bagun-Ujoh Bilang yang rawan longsor

Penanaman pohon dilakukan di sepanjang jalan Long Bagun-Ujoh Bilang yang rawan longsor

Pagi hari itu matahari bersinar cerah bahkan cenderung terik. Saya bersama teman-teman anggota ekspedisi bersama-sama melakukan kegiatan untuk mendukung kegiatan penghijauan. Kegiatan yang kami lakukan adalah penanaman 3000 bibit pohon di sepanjang jalan Ujoh Bilang-Long Bagun. Sebenarnya sepanjang jalan tersebut bukan area yang gundul. Banyak tanaman dan semak yang tumbuh, namun karena kontur cukup berbukit penanaman ini bertujuan mencegah longsor di musim hujan. Langkah awal adalah menyiapkan media untuk menanam bibit pohon. Karena bibit yang kami peroleh masih berupa bibit semai, sehingga musti dipindahkan satu-satu ke polybag. Kegiatan ini diawali dengan mendirikan tempat penyimpanan bibit. Semacam pondok bamboo yang diberi atap daun kelapa.

Menyiapkan tempat pembibitan

Tibalah saat hari penanaman. Kami dari tim ekspedisi berangkat menuju lokasi penanaman. Beruntung cuaca hari ini tidak terlalu terik. Tim ekspedisi dibagi menjadi 2 tim. Jumlahnya tak lebih dari 50 orang saja. Tim pertama berangkat dari Ujoh Bilang bergerak menuju pertengahan desa Long Bagun Hilir. Tim Kedua bergerak dari Long Bagun Ulu menuju titik pertemuan dengan tim kedua di Long Bagun Hilir. Masing-masing tim ini membawa sekitar 1000an bibit tanaman. Berjalan kaki sembari membuat lubang tanam. Jarak tanam antara 3-5 meter. Jadi masing-masing orang mendapat jatah puluhan lebih kantung tanaman. Lelah dan capek rasanya. Namun hati menjadi senang mengingat apa yang kami lakukan demi anak-cucu kelak. Apalagi jika dikerjakan bersama-sama, pastilah menjadi ringan. Ada yang bertugas mengangkut bibit tanaman, ada yang bertugas memasukkan bibit ke dalam lubang, juga ada yang bertugas mengikat dengan kayu penyangga. Dan yang paling berat adalah yang bertugas menggali lubang tanam. Tiap jarak beberapa meter musti bertarung dengan tanah yang keras berbatu menggunakan pacul dan linggis. Mereka inilah yang dijuluki ‘penggali kubur’. Haha…

Selepas Dhuhur pekerjaan kami selesai. Sesuai dengan kesepakatan sebelumnya, di titik pertemuan itu kami melepas penat. Istirahat sembari makan siang. Keringat yang membasahi tubuh pun mengering seiring tawa-canda kami. Mengiringi perjalanan pulang kembali ke poskotis.

Kami juga dibantu para warga Long Bagun lho

Tugas kami pun selesai cukup sampai disini. Selanjutnya adalah kuasa-Mu Tuhan…. Untuk membesarkan dan memberikan hidup pada makhlukMu yang lain itu.

Oleh : Anindita

3 responses »

  1. Saya kagum dan bangga atas apa yang telah dilakukan oleh rekan-rekan tim Ekspedisi Khatulistiwa 2012 khususnya sub Korwil Kubar,mereka bekerja dengan ikhlas dan tanpa pamrih demi melestarikan alam serta menjaga ekologi di sekitar wilayah Long Bagun komplek. Mudah-mudahan apa yang telah dilakukan akan membawa berkah bagi masyarakat Long Bagun dan tim Ekspedisi.آمِيْن يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s