Tato Masyarakat Suku Dayak

Standard

Wanita Suku Dayak Kenyah Kampung Batu Majang yang memiliki Tato

Di dalam rumah Kepala adat Kampung Batu Majang, tim sosial budaya melihat beberapa orang yang sedang sibuk membuat hiasan untuk topi kepala pengantin perempuan. Hiasan itu terbuat dari plastik berbentuk taring dan manik-manik. Ada 4 ibu-ibu yang sudah lanjut usia membantu membuat hiasan kepala tersebut. Mereka mengenakan topi tanpa tutup terbuat dari anyaman. Saya berkenalan dengan keempat nenek tersebut dan berbincang dengan mereka, sementara anggota tim yang lain berbincang dengan kepala adat. Nama keempat nenek tersebut, yang pertama  adalah Andi, tetapi itu adalah nama bujang beliau. Sekarang ketika sudah mempunyai cucu menjadi Pandi. Yang kedua adalah Pe Ladek dengan nama bujang Ladek. Ibu yang ketiga bernama I sting dan beliau mempunyai tato di tubuhnya, yang saya lihat ada di kaki dan tangannya, dengan pola gambar yang rumit. Dalam bahasa kenyah, tato tersebut dinamakan betiq dan dibuat dengan menggunakan jarum dan arang untuk mewarnainya. Ibu yang keempat bernama Bawing saat bujang, dan sekarang biasa dipanggil Pe Luyang atau Uyang.

Tato bagi masyarakat Dayak dahulu merupakan sebuah symbol derajat atau sebagai wujud cita rasa seni. Pada laki-laki, tato melambangkan pengalaman hidup dan perjalanan mereka selama ini. Semakin banyak tato di tubuh mereka, maka hal itu menandakan bahwa perjalanan hidup orang tersebut sudah banyak. Tato tidak dibuat secara sembarangan. Hanya pada peristiwa tertentu dan bermakna saja tato dapat digambarkan di tubuh seseorang. Tato yang ada di tubuh seseorang dapat berguna untuk meningkatkan derajat orang tersebut.

Afifah dan Wanita Suku Dayak Penihing Kampung Noha Silat, Long Apari, dengan tato di tangannya

Pembuatan tato pada masa lalu dilakukan oleh orang tua dengan menggunakan cetakan gambar atau motif tato yang dibuat dari kayu dan sudah diberi jarum yang berasal dari duri pohon jeruk.  Namun, ketika masa-masa sebelum kemerdekaan, sudah banyak yang mengganti duri jeruk dengan jarum jahit. Pola yang sudah digambar di kayu nantinya diberi jarun yang sudah dilumuri arang damar kemudian akan ditancapkan pada kulit bagian tubuh yang akan di tato. Tato ini menimbulkan rasa sakit yang luar biasa, bahkan dapat menyebabkan demam tinggi. Tato dengan pola rumit biasanya dibuat dengan beberapa tahap, tetapi pola yang biasa dan tidak terlalu rumit dapat dibuat dalam waktu satu hari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s