Bening, Gendongan Bayi yang Artistik Khas Masyarakat Dayak

Standard

Bening

Bening adalah perlengkapan untuk menggendong bayi. Bening dibuat dari rotan yang dihiasi manik-manik kemudian disulam dengan motif tertentu. Selain manik-manik, bening juga dihiasi oleh taring macan dahanMotif yang ada pada bening umumnya adalah macan, udang laut, burung enggang dan sulur. Namun, ada salah satu motif khusus yang tidak dapat digambar pada sembarang bening, karena motif tersebut menunjukkan bahwa orang yang mempunyai bening tersebut adalah keturunan raja atau bangsawan. Motif yang dimaksud adalah motif manusia.

Selain untukmenggendong bayi, Masyarakat Suku Dayak Kenyah menjadikan bening sebagai hiasan pada saat upacara pernikahan

Kampung Batu Majang di Kecamatan Long Bagun yang merupakan pemukiman suku Dayak Kenyah adalah salah satu sentra pembuatan bening di Long Bagun. Selain untuk menggendong bayi, bening digunakan untuk hiasan, baik di rumah, maupun pada saat perkawinan adat suku Dayak Kenyah.

Dalam kehidupan sehari-hari dengan mudah kita jumpai ibu-ibu suku Dayak yang menggendong anaknya yang balita menggunakan bening.Jarang sekali kita lihat mereka menggendong anaknya dengan gendongan bayi yang modern seperti jaman sekarang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s