Adat Memberikan Nama!

Standard

Tradisi memberikan nama anak

Masyarakat Dayak di Desa Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun memiliki tradisi unik dalam memberikan nama pada buah hatinya. Tradisi ini masih berjalan meski sudah mulai terjadi modernisasi di pedalaman Mahakam.

Nama ditentukan melalui media daun

Dalam penentuan nama anak dipilih lewat musyawarah dari beberapa nama yang diusulkan. Setelah terkumpul dipilihlah satu nama. Namun didalam pemilihan nama ini ada beberapa persyaratan dan peralatan yang digunakan. Alat-alat yang digunakan seperti daun pisang ambon, beras, mandau,telur ayam kampung,gelang manik,kalung. Gelang dipasangkan terlebih dahulu ke anak sedangkan ibunya memakai kalung yang disediakan. Setelah itu daun pisang ambon dibagi menjadi beberapa bagian. kemudian kita sebutkan nama anak yang kita inginkan dan daun pisang potongan 4 bagian tadi dilemparkan ke lantai. Apabila daun yang dilemparkan banyak yang terlentang maka nama itu yang dipakai.

Di usap Mandau

Namun jika sebaliknya maka perlu dicari nama yang pas buat anak tersebut.karena jika tdk cocok menurut informasi anak tersebut biasanya menangis. Sakit dan sebagainya. Setelah  itu syarat selanjutnya badan anak diolesi telur dan Mandau.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s