Kutai Barat, Ganas atau Menyenangkan?

Standard

Anindita F Bestari

Menunggu kapal di Pelabuhan Tering, tepian Sungai Mahakam yang berkabut

Kegiatan Ekspedisi Khatulistiwa ini berlangsung selama  kurang lebih 3 bulan. Selama itu banyak hal yang dapat saya rasakan. Banyak pula pengalaman dan pembelajaran yang saya peroleh. Dalam kegiatan Ekspedisi Khatulitiwa ini disiplin dan jiwa kebersamaan begitu  menonjol saya rasakan. Saya juga memperoleh teman baru, sahabat baru, bahkan saudara dan keluarga baru. Selama etape penelitian berlangsung kami menjelajahi daerah-daerah penelitian di berbagai kondisi alam. Ada yang berupa perkampungan, pegunungan, hingga daerah tepian sungai.

Mengajak anak-anak menanam pohon di Kecamatan Long Apari

Setelah melakukan penelitian selama 3 minggu kami kembali ke posko taktis. Disana kami diberi kesempatan utnuk menyusun laporan kegiatan penelitian. Di sela-sela waktu kerja kami itulah seluruh anggota tim peneliti bertemu. Saling bertukar cerita dan pengalaman selama penelitian. Tak jarang pula kami melakukan kegiatan bersenang-senang bersama. Mencari hiburan di sekitar posko taktis di tengah-tengah kejenuhan bekerja hingga larut malam. Di saat seperti itulah rasa kebersamaan semakin menguat di antara kami. Rasa senasib sepenanggungan di tempat ekspedisi.

Pemandangan alam yang sangat indah di Puncak Bukit Penihing, Kecamatan Long Apari

Kesan pulau Kalimantan yang menyimpan misteri dan primitif hilang seketika saya menginjakan kaki di pulau ini. Masyarakatnya begitu terbuka dan ramah. Bahkan di tempat penelitian selama 3 minggu itu saya mendapat orangtua angkat. Saya diangkatnya menjadi anak angkat, dan diberinya nama Dayak. Dengan keterbukaan dan perhatian seperti itu membuat saya terharu dan sangat terkesan, hingga pada saat kami semua musti kembali pulang sangat berat rasanya. Hampir seluruh warga kampung di sekitar poskotis mengantar kepergian kami. Haru biru mewarnai kegiatan serpas kami saat itu. Tak mudah saya lupakan. Setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Begitu juga dengan kami para anggota tim ekspedisi khatulistiwa. Saya begitu beruntung dapat mengenal berbagai macam karakter orang. Baik itu sipil mahasiwa ataupun dari anggota militernya.

Kegiatan ekspedisi ini menurut saya sebaiknya diadakan setiap tahunnya. Betapa Indonesia memiliki banyak potensi yang masih harus digali. Baik itu dari segi potensi alam maupun social budayanya. Dengan adanya kegiatan macam ekspedisi ini potensi-potensi itu akan dapat dikenal secara baik. Bukankah cinta tanah air itu terletak dari sebesar apa kita mengenal tanah air kita sendiri. Ekspedisi Khatulistiwa telah menjadi wadah untuk generasi penerus bangsa melakukan sesuatu demi tanah airnya,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s