Tim Jelajah Perbatasan Kutai Barat

Standard

Wilayah perbatasan dua negara antara Indonesia dan Malaysia di kabupaten Kutai Barat merupakan medan yang berbahaya. Pegunungan tinggi dan hutan belantara seolah menjadi tembok pembatas dua negara yang sulit untuk di jelajahi. Sebagian besar wilayah perbatasan di kabupaten ini merupakan areal blank post atau tanpa memiliki pos penjagaan dan nyaris tidak pernah dilewati masyarakat. Pos pengamanan perbatasan terdekat berada di Long Apari, itupun berjarak kurang lebih 50 KM dari patok perbatasan.

Dalam Ekspedisi Khatulistiwa ini terdapat tim penjelajah perbatasan yang dibagi menjadi dua tim. Masing masing dipimpin oleh Letda Agung dan Letda Joshua. Karena di Kutai Barat tidak ada pos perbatasan yang dekat dengan patok perbatasan, maka tim diberangkatkan dari kabupaten tetangga yaitu Malinau. Medan yang sulit menyebabkan pergerakan tim jelajah perbatasan mengalami banyak hambatan antara lain tidak tercapainya target jarak tempuh sesuai yang direncanakan serta hubungan komunikasi radio yang sering terputus. Namun pada akhirnya tim mulai bisa berkomunikasi dengan Pos Kotis di Kecamatan Long Bagun dan hingga tulisan ini dibuat sudah mencapai sepertiga dari total jalur perbatasan di Kabupaten Kutai Barat. Tidaklah heran mengingat tim jelajah perbatasan terdiri dari satuan-satuan elit TNI baik dari angkatan darat, laut maupun udara.

Untuk membantu kelancaran penelusuran perbatasan, Subkorwil Kutai Barat akhirnya membentuk tim jelajah tiga yang berjumlah 10 personil yang dipimpin oleh Letda Ahmad Nasudin. Lulusan Akademi Militer ini sebelumnya menjabat sebagai komandan tim peneliti 1. Memang dalam Ekspedisi Khatulistiwa ini setiap orang harus siap dengan perombakan organisasi. Reorganisasi sendiri bertujuan untuk menyesuaikan tim dengan kondisi lapangan yang kadang berubah.

Kesepuluh personil tim penjelajah yang sudah terbentuk segera melakukan persiapan keberangkatan. Pemberangkatan sebetulnya direncanakan pada tanggal 13 Mei 2012. Namun karena suatu hal, pemberangkatan dilaksanakan pada 17 Mei. Tim berangkat dengan menggunakan helikopter milik TNI AD. Mengingat kapasitas helikopter yang terbatas, keberangkatan menjadi dua kelompok terbang. Masing-masing mengangkut 5 personil serta kebutuhan logistik para penjelajah.

Wakil Komandan Sub Korwil Kutai Barat Mayor Inf. Ferry Irawan menyampaikan pesan bahwa menjadi penjelajah perbatasan merupakan kesempatan langka. Hal ini karena sebagian wilayah perbatasan Kutai Barat dengan Malaysia merupakan medan berat dan hampir belum pernah dijejaki oleh manusia
Selamat bertugas Tim Jelajah. Semoga bisa menulusuri patok perbatasan dengan tuntas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s