Melimpahnya Keanekaragaman Hayati di Kutai Barat

Standard

Amphibi seperti katak yang beraneka jenis mudah dijumpai di Kutai Barat

Unit flora dan fauna telah melaksanakan penelitian di Kutai Barat, Kalimantan Timur kurang lebih 2 bulan lamanya melakukan penelitian. Unit flora dan fauna sudah melakukn penelitian di 5 lokasi yaitu  di km 48 – 58 man road PT sumalindo. Hutan daerah  Ds. Long Bagun Ulu, hutan adat Ds, Batu majang, Gunung Ular Ds. Long Tuyoq dan di daerah PT Rodamas Timber. Selama penelitian ada beberapa temuan yang  didapat. seperti burung (aves),reptil, amfibi (herpetofauna), mamalia, dan insect. Untuk flora sendiri, kami fokus di tumbuhan  yang dapat  digunakan untuk pengobatan. Tim memulai kegiatan pertama kali pada hari selasa tanggal 17 april 2012  saat itu semua unit penelitian yaitu  Flora dan Fauna, Sosial dan Budaya, Kehutanan, Geologi semua unit  memulai penelitian pertama di pulau Kalimantan  khususnya di daerah Kutai Barat.

Sanca Kembang (Python reticulatus) merupakan predator yang banyak dijumpai di Kutai Barat

Setibanya di km 48 main road PT Sumalindo kami hanya melakukan persiapan untuk kegiatan penelitian dan membuat tempat senyaman mungkin  untuk kami tinggal sementara. Satu malampun kami lewati, ketika pagi menyambut kami  dengan nyanyian-nyanyian burung yang amat merdu yang menambah semangat tim untuk melakuakan kegiatan. Setelah makan dan mempersiapkan alat penelitian kami melakukan gerakan menggunakan metode jelajah. Tim menjelajahi hutan di sekitaran areal km 48 – km 50. Sebuah pemandangan yang mengagumkan kami dapatkan yaitu sepasang burung enggang (Buceros sp ) yang menjadi primadona Kalimantan dan kami dapat melihat langsung  ketika burung itu bertengger di atas dahan pohon besar yang amat tinggi sayangnya  kamera yang  dimiliki tak bisa memotret mereka. Sebuah pesona kecantikan yang terpancar dari sepasang burung enggang itu amat membuat kami kagum. Tak lama sepasang burung itu terbang membentangkan sepasang sayapnya yang amat lebar dan menghilang dari pandangan . Kamipun melanjutkan perjalanan menuju km 50. Di perjalanan kami kembali di kagetkan dengan munculnya seekor lutung berbulu merah (Presbytis rubicund) yang  cukup besar namun tak sempat kami memotret, monyet tersebut sudah hilang kembali ke dalam  hutan.  1 malam di  km 48 karena  alat komunikasi kami dengan kotis memiliki masalah kami di perintahkan untuk bergeser ke km 58, di km 58 kami menempati bivak yang sudah ada milik masyarakat pencari kayu.

Kantung Semar yang mudah dijumpai di Kutai Barat

Kamis 19 april 2012 kami melakukan kegiatan ke arah hulu anakan sungai.  Salah satu teman kami yang tertinggal di belakang menemukan sebuah sarang unggas yang menyerupai merak endemik yaitu kuau raja, namun yang terdapat di sarangnya hanyalah bulu-bulunya saja. Saat malam kami melakukan gerakan, menemukan seekor musang yang sedang bersembunyi di balik pohon pisang. Hari berikutnya kami  menuju hulu anakan sungai kecil di dalam hutan untuk melakukan pencarian dan memasang perangkap. Namun kejadian yang tak terduga kami alami sebuah kecelakan yang menimpa kawan kami dan itu pula lah yang mengharuskan kami pulang, ke camp dan  meninggalkan hutan dan langsung merapat ke kotis.

Kadal terbang (Draco sp) reptil unik yang bisa dijumpai di Kutai Barat

Namun karena kami masih memiliki kewajiban untuk meneliti keanekaragaman flora dan fauna kami melanjutkan kegiatan ke desa Long Bagun Ulu. Di  Desa ini kami mendapatkan beberapa jenis herpetofauna,  beberapa tumbuhan  obat mulai dari penyakit ringan hingga penyakit berat seperti, kanker, batu ginjal, jantung dll beberapa temuan yang menonjol di Ds. Long Bagun Ulu yaitu kura-kura kaki gajah (Manouria emys) Bulus (Amyda sp), ular sanca kembang (Reticulatus phyton) untuk flora kami mendapatkan banyak  ramuan  obat-obatan herbal. Diantaranya betnyang yang yang dapat mengobati banyak penyakit yang di akibatkan oleh racun yang masuk ke dalam tubuh kita seperti  gigitan ular, keracunan makanan dan lain-lain. Ada juga sebuah resep yang  amat  membuat kami takjub yaitu  campuran dari daun belikat dan uroq peka  ramuan ini ampuh mengobati kanker ramuan  ini  telah berhasil menolong nyawa seorang bapa di masa kecilnya ketika  anaknya saat berumur 10 tahun mengidap penyakit kanker di bagian pingang. Dengan sebuah ramuan tradisional  yaitu dua  jenis tumbuhan herbal yaitu  daun belikat uroq peka dan  beras yang telah di rendam.  Ramuan ini  sangat cepat menutup luka di bagian daerah yang terkena kanker. Saat ini sang penderita sudah berumur 42 tahun  dan masih tetap membawa bekas luka yang hampir menghilangkan nyawanya di masa kecil.

Kura-kura kaki gajah (Manouria emys) merupakan kura-kura darat terbesar di Asia Tenggara

Bulan kedua pada ekspedisi khatulistiwa ini kami melakukan penelitian di daerah hutan adat Ds. Batu Majang. Di hutan adat ini kami melakukan penelitian menggunakan metode yang sama yaitu  jelajah dan memasang jebakan. Di hutan adat Batu Majang ini kami menemukan beberapa tumbuhan yang cukup menarik diantaranya pohon miskin / kayu lapar, pasak bumi yang cukup besar dan menemukan seekor ular viper hijau Tripidolaemus wagleri  dengan ukuran 26 cm   viper ini   termasuk masih bayi. Satu minggu kami melakukan kegiatan di hutan adat Ds. Batu Majang kami melanjutkan kegiatan penelitian di daerah  Gunung Ular Ds. Long Tuyoq.

Gunung ular ini merupakan gunung yang di keramatkan oleh masyarakat setempat dan banyak sekali masyarakat yang takut untuk menginjak gunung ular menurut cerita yang beredar di masyarakat.   tentang gunung ular ini, terdapat berbagai jenis ular di dalamnya dan ada seekor raja ular yang besar badannya sama dengan sebuah drum.Ketika kami  menginjakkan kaki di gunung ular kami sangat sulit menemukan ular bahkan sampai ke puncak gunungpun kami sama sekali tidak menemukan ular jebakan yang kami pasangpun tidak ada satupun yang berhasil menangkap binatang yang terdapat di gunung ular.

Di hari ketiga ketika kami mengadakan kegiatan malam kami menemukan seekor ular yang cukup unik ia berwarna hijau terang dan memiliki motif yang unik. Motif pada kepalanya ini yang membuat ia menarik perpaduan warna putih dan hijau yang amat kontras. Ular ini belum bisa kami identifikasi. Pada gerakan malam itu banyak juga beberapa fauna yang kami temui diantaranya landak (Hystrix sp) , kadal, katak dan berapa jenis burung malam. Satu minggu kegiatan yang kami lakukan  di dalam gunung ular. Kami melanjutkan kegiatan di kawasan logging PT Roda Mas Timber. Kami melakukan kegiatan diantaranya di daerah goa tengkorak areal logging PT Roda Mas Timber kami melakukan kegiatan  di pagi hari dan malam hari kami menemukan beberapa fauna di sini diantaranya kodok yang cukup besar  (Bufo sp), kadal terbang  (Draco sp) serangga-serangga yang cukup cantik yang belum teridentifikasib dll. Di goa tengkorak ini kami mengalami kejadian yang cukup mengherankan. Ketika tim melakukan kegiatan di areal goa tengkorak dan saat menemukan tengkorak-tengkorak yang bertebaran tim membereskannya dan memfoto-foto apa yang dilihat  dan ketika tim keluar dari areal goa semua foto yang kami ambil di arel goa hilang namun foto yang berada di luar areal goa masih ada dan tidak terhapus. Selesai melakukan kegiatan di bulan kedua ini unit flora dan fauna kembali ke poskotis.

Sesampainya di kotis unit flora dan fauna  masih melakukan pencarian tumbuhan yang  dapat di gunakan sebagai tanaman obat. Kami merapat kembali ke Ds. Long Bagun Ulu dan mendapatkan beberapa  tumbuhan yang dapat di jadikan obat. Salah satu yang kami dapatkan ialah belimbing  hutan berakar merah. Belimbing hutan ini ada tiga jenis yang kami dapatkan namun yang amat langka dan bisa di jadikan obat hanya belimbing hutan yang berakar merah. Dalam pengambilan  tumbuhan ini  seharusnya menggunakan persyaratan-persyaratan yaitu jika sudah mengambil akarnya maka yang mengambil akar itu harus memberikan kain merah, beras, dan piring. Tumbuhan ini akarnya mampu mengobati penyakit jantung dan penyakit-peyakit dalam lainnya.  Cara menggunakannya ialah dengan merendam akaranya dengan air panas setelah itu airnya dapat di minum.

 Oleh : Wahyu Ambar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s