CATATAN PERJALANAN TIM JELAJAH PERBATASAN NEGARA DI KUTAI BARAT

Standard

Oleh: Letda Inf. Agung P. R.

Momentum penghormatan kepada Bendera Merah Putih pada patok yang miring

Na…nanana..nana na…nanana…..3x, teriakan kami dipagi hari mengawali setiap perjalanan penjelajahan menyusuri patok perbatasan. Ekspedisi Khatulistiwa kali ini kami 18 orang personil berkesempatan menjadi tim penjelajah patok perbatasan Kutai Barat. 140 km panjang memang, tapi kalau diukur dengan penggaris hanya 30 cm, hehehehe….

Oke, kami akan memulai bertukar pengalaman penjelajahan yang kami lakukan dua bulan lamanya menyusuri patok perbatasan Indonesia dengan Malaysia. Sebelum memulai cerita penjelajahan, ada baiknya kita mengenal tentang sejarah penentuan batas dua negara ini. Sejak jaman penjajahan Belanda atas Indonesia dan Inggris atas Malaysia sudah disepakati bahwa batas negara adalah ketinggian – ketinggian yang berjajar di antara Indonesia dan Malaysia. Dari sini kami sudah dapat mengambil kesimpulan dan membayangkan bahwa medan kami nantinya adalah rangkaian ketinggian yang berjajar panjang menjulang.

28 April 2012. Hari yang bersejarah bagi kami, karena merupakan pengalaman pertama bagi kami 18 orang tim penjelajah Kutai Barat ini memasuki hutan Kalimantan di perbatasan yang masih asli. Patok V 848 adalah start kami dan akan berakhir di patok U 656. Di hari pertama kami tidak terlalu menuntut banyak patok yang kami dapat, tetapi lebih kepada penyesuaian dengan tugas kami dan kondisi di lapangan.

Kondisi patok perbatasan yang cukup mengenaskan

Banyak kendala dan keraguan dihari pertama penjelajahan. Konsep awal kami bergerak dengan panduan kompas saja, bertujuan untuk menghemat baterai GPS kami yang terbatas. Agaknya waktu, medan dan situasi menjadi kendala dalam konsep awal kami. Dari segi waktu, kami cenderung akan lebih sering menghidup dan matikan GPS, melihat peta dan orientasi medan dengan menggunakan kompas andalan kami. Segi medan dan situasi, kompas menunjukkan arah lurus terhadap sudut sasaran, sedangkan kedudukan patok berada di jalur – jalur yang tentunya ada jalan yang lebih baik daripada memotong kompas (karena ini tidak bersifat taktis). Kami belajar dari pengalaman dan merubah metode dalam pergerakan kami.

Dalam penyusuran patok perbatasan kami banyak temukan pengalaman – pengalaman baru. Patok yang jadi sasaran kami pun juga tergolong baru bagi kami. Pada saat pembekalan, yang diberikan kepada kami hanya berupa foto dan gambaran bentuk patok, sehingga kami masih merasa asing dengan patok yang akan kami periksa. Mungkin pada kesempatan berikutnya sebaiknya diberikan contoh patok yang akan diperiksa sesuai aslinya sehingga benar – benar yakin mengenai patok antar negara atau patok tanah karena ukuran dan bentuknya hampir sama di kedudukan aslinya.

Kami melihat dari tumbuhan yang tumbuh di jalan – jalan logging ini masih berupa tumbuhan perintis yang menurut kami kira – kira jalan ini sudah ditinggalkan 3 sampai 5 tahun.

Setiap patok yang kami periksa koordinat serta penempatannya sesuai dengan data yang kami terima, kami juga temukan beberapa patok GPS yang kami belum diberikan suatu pembekalan mengenai patok tersebut.

Banyak sekali pengalaman yang kami rasakan, yang kami tuliskan sebelumnya baru tentang tugas pokok menyusuri patok perbatasan. Selain tugas pokok tersebut, kami juga mempunyai tugas tambahan yaitu mencari lokasi yang tepat untuk posisi pos pengamanan perbatasan dan lokasi helipad guna pendaratan heli dan pesawat bila memungkinkan.

Beberapa pengalaman yang kami dapat diperjalanan diluar tugas pokok kami sangat banyak. Dalam perjalanan, setiap langkah kami selalu ditemani banyak binatang pacet yaitu pacet tanah dan pacet daun, kami temukan juga tumbuh – tumbuhan yang asing bagi kami, serangga – serangga yang aneh (belalang berduri) dan ikan di mata air kecil di ketinggian 2900 meter. Hati – hati dalam melangkah dan bergerak di hutan, salah – salah dapat serangan udara dari kumpulan tawon yang entah dari mana datangnya, namun “penerbang kecil” ini siap korbankan dirinya (kamikaze), siapa dia???….Tawon….Waduuuh…

Kebanyakan rute yang kami lalui ini berupa ketinggian yang kanan dan kirinya curam dengan puncaknya adalah berupa tanaman yang penuh gambut dan lumut serta lembab. Banyak kami temukan tebing, terkadang kita berjalan di tepian tebing yang menantang, sangat cocok bagi orang yang suka hal – hal menantang.

Ini pengalaman penting dan berharga bagi setiap orang yang akan melaksanakan penjelajahan. Logistik, hal pendukung yang sangat penting dalam pelaksanaan setiap kegiatan. Pengalaman kami yang menjadi suatu pelajaran bernilai tentang logistik ini adalah kami sempat dalam tiga hari harus melaksanakan survival karena logistik yang kami terima yang dikirim dengan heli, hancur. Hanya beberapa persen yang dapat kami manfaatkan. Seharusnya logistik yang dikirim dialokasikan untuk 10 hari, namun kenyataannya dengan kondisi yang ada hanya cukup untuk 5 hari. Kami berusaha untuk sebijaksana mungkin memanfaatkan logistik yang ada sampai logistik berikutnya dikirim. Alhasil, kami dapat manfaatkan logistik kami hingga 7 hari, dan sisa 3 harinya kami laksanakan survival. Keterbatasan pengetahuan kami dalam survival di hutan Kalimantan membuat kami harus bertahan dalam 3 hari sebelum dorlog (dorongan logistik) dengan apa yang kami miliki dan kami temukan. Timbul suatu pemikiran bahwa lebih baik kita membawa logistik lebih berat namun kita dapat memenuhi kebutuhan untuk kelancaran kegiatan dan jangan lupa menyiapkan lebih dari jadwal pendorongan logistik berikutnya karena setiap situasi dapat berubah. Dan bagi pendorong logistik benar – benar perhatikan dan utamakan serta bijaksana dalam pendorongan logistik. Pengalaman tersebut membuat kami memahami begitu pentingnya mengatur logistik di lapangan.

Berdasar pengalaman penjelajahan yang kami laksanakan, kami memiliki pengharapan bagi bangsa kami. Begitu indah alam Kalimantan ini, begitu luar biasa dan begitu beraneka ragam kekayaaan hayati. Meskipun kepentingan tim kami hanyalah menjelajah patok perbatasan melalui garis – garis batas negara, namun begitu banyak yang hal lain kami temukan. Kami berfikir bahwa masih sangat banyak yang belum kami lihat di hutan Kalimantan ini. Betapa ruginya kita bila apa yang sudah diberikan kepada negara Indonesia oleh Sang Pencipta tidak dimanfaatkan namun malah dimanfaatkan oleh negara lain. Sebaiknya kita lebih bijaksana lagi dalam memanfaatkan dan mengelola alam ini. Indonesia sangat luar biasa namun masyarakat yang berada di perbatasan masih dalam kondisi yang jauh dari sejahtera, padahal mereka juga orang yang berhak menikmati nikmatnya kemerdekaan, nikmatnya kemajuan teknologi dan komunikasi yang memadai sebagaimana masyarakat di perkotaan nikmati.

Kegiatan ekspedisi ini merupakan program yang sangat bagus. Harapan dan tujuan yang menjadi motivasi pelaksanaan kegiatan ini adalah suatu ide yang brilian. Kalau kita tidak tahu mana kita mau kenal, kalau kita tidak kenal mana kita bisa cinta. Rasa cinta tanah air inilah tujuannya. Agar kita cinta, kita mau membela “kemerdekaan” atas Indonesia ini maka kita harus betul – betul mengenali siapa dan seperti apa negara yang kita cintai ini. Memang, tidak semua warga Indonesia berkesempatan sama untuk menkmati kegiatan ini. Namun dengan hasil – hasil dan gambaran – gambaran ekspedisi ini yang akan dibukukan, masyarakat Indonesia akan tahu bagaimana kayanya dan wajah Indonesia yang kita cintai ini. Tentunya generasi penerus yang akan menikmati dan melestarikan apa yang ada di Indonesia ini. Inilah yang benar – benar ada di Indonesia. Ekspedisi apa adanya yang ada di Kalimantan.

Penjelajahan ini secara tidak langsung menyelamatkan alam Indonesia apabila disikapi dengan bijak. Begitu banyak data yang telah didapatkan. Gambaran – gambaran yang ada di sekitaran perbatasan secara langsung di lapangan diberikan dari setiap penjelajah di setiap korwil – korwil ekspedisi yang ada. Secara tidak langsung hal – hal yang kami laporkan ini dapat menjadi pertimbangan untuk menyelamatkan alam Kalimantan dan alam Indonesia. Kebijaksanaan pemerintahlah kuncinya. Harapan kami akan apa yang kami kerjakan ini dapat bermanfaat bagi pemerintah dan negara.

Dalam perjalanan kami menjelajah perbatasan Indonesia – Malaysia, banyak kesan – kesan yang kami dapatkan. Indonesia yang begitu indah, Indonesia yang begitu kaya, Indonesia yang selalu di hati. Begitu kami kenali Indonesia ini, kami tambah mencintai negara ini.

Peduli dan lestarikan alam Indonesia ini. Manfaatkan sebaik mungkin dan secara bijaksana. Mari bersama – sama kita lindungi, mari sama – sama kita cintai. Dan, mari kita lebih peduli dakan keluarga kita warga Indonesia lainnya di perbatasan yang juga memiliki hak yang sama atas nikmatnya kemerdekaan Indonesia ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s