Kehidupan di Ladang Berpindah

Standard

Bersama keluarga Suku Dayak Kenyah

Tim Sosial Budaya pada tanggal 7 Mei 2012 yang dipimpin oleh Pratu Sunardi, Iwan, Anin dan Fifah mengikuti kegiatan berladang masyarakat Suku Dayak Kenyah Kampung Batu Majang. Lokasi ladang kali ini adalah milik Ibu Pandi yang berada di jalan PT. Sumalindo KM 18.

Truk pengangkut warga yang akan berladang dan menambang emas di hutan

Tim berangkat bersama rombongan masyarakat kampung Batu Majang lainnya yang terdiri dari peladang dan pencari emas menggunakan truk milik PT. Sumalindo. Warga yang berada di truk membawa barang yang cukup banyak dan beragam. Mereka membawa bekal logistik seperti beras, mie, solar bahkan anak anjing sehingga kondisi bagian belakang truk sangat penuh. Jalanan logging yang naik turun dan tidak rata karena terdiri dari kerikil membuat perjalanan terasa tidak nyaman. Tidak jarang beberapa di antara kami nyaris jatuh pada saat tanjakan ekstrim atau saat truk melewati jalan yang rusak. Namun semua yang ada saat itu merasa riang karena peristiwa yang sebetulnya membahayakan itu dianggap lucu. Adapula seorang pria yang merokok padahal ia duduk di atas dirigen yang berisi solar.
Setelah tiba di KM 18, tim masih harus berjalan kaki sejauh 1,6 KM sebelum tiba di lokasi ladang ibu Pandi yang berada tidak jauh dari tepi Sungai Alan melalui jalan setapak. Di ladang tersebut terdapat sebuah bangunan rumah bertingkat yang terbuat dari kayu. Bangunan tersebut cukup besar dibandingkan dengan gubug yang kita kenal di Jawa. Tiang penyangga rumah panggung di ladang Bu Pandi terbuat dari kayu ulin. Di rumah tersebut terdapat peralatan bercocok tanam yang cukup lengkap seperti jaring ikan, keranjang, parang, semprotan anti hama dan lain-lain.

Tanaman yang dimiliki Bu Pandi antara lain kakao, padi, pisang dan berbagai macam jenis sayuran. Pada saat tim datang, Bu Pandi telah memanen beras. Hal ini tampak dari banyaknya sisa-sisa tanaman padi gunung yang telah kering. Kegiatan yang dilaksanakan di ladang Bu Pandi untuk kali ini adalah membersihkan areal di sekitar bibit tanaman kakao yang ditandai oleh tiang bambu dari tanaman liar seperti alang-alang. Tanaman liar tersebut tingginya sudah mulai mengalahkan bibit kakao yang hanya sekitar 30 cm. Jika dibiarkan, tanaman liar akan mengganggu pertumbuhan bibit kakao sehingga menjadi kurang produktif. Sementara itu, Bu Pandi menjaring ikan di Sungai Alan untuk makan malam kami. Ikan yang didapat hanya sedikit dan ukurannya kecil-kecil.

Makan malam

Saat makan malam Bu Pandi bercerita cukup banyak mengenai kondisi sosial masyarakat Dayak Kenyah yang ada di Batu Majang. Peperangan antar suku dan suburnya praktik pengayauan atau pemenggalan kepala menyebabkan sub suku dayak berpencar ke segala penjuru Pulau Kalimantan termasuk suku Dayak Kenyah yang menurut Bu Pandi berasal dari wilayah Malaysia dan Brunei. Suku Kenyah pada saat itu menetap di Apo Kayan sebelum akhirnya turun gunung menyusuri Sungai Mahakam hingga Samarinda. Kondisi alam yang sulitlah yang menyebabkan Suku Dayak Kenyah bermigrasi dari Apo Kayan. Hal ini juga didukung oleh pemerintah yang pada saat itu mengalami kesulitan menjalankan program-program pembangunan untuk masyarakat pedalaman. Suku Dayak Kenyah yang mendiami Kampung Batu Majang itu sendiri migrasi ke Long Bagun sekitar tahun 1973 melalui Sungai Boh dan Sungai Mahakam.
Ladang yang dimiliki oleh Bu Pandi dan warga Dayak Kenyah Batu Majang lainnya merupakan jenis ladang berpindah. Ladang tersebut dibuat dengan cara membuka hutan lalu menanaminya dengan padi gunung. Setelah tanah di ladang sudah tidak produktif, mereka akan membuka hutan di tempat lain. Bu Pandi juga mengungkapkan bahwa PT. Sumalindo turut membina mereka dalam memberikan pelatihan bercocok tanam. Perusahaan juga memberikan bantuan berupa pembuatan fasilitas berladang seperti saluran irigasi.

Cerita manis ladang warga Dayak Kenyah berubah ketika kondisi perusahaan memburuk dan nyaris bangkrut. Perhatian perusahaan tidak seintensif dulu.Warga kini harus mandiri dalam mengolah lahannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s