Semua Anak Mamak Juga

Standard

Berpose dengan Mamak Hulo

Ribuan kilometer jarak antara saya dengan kedua orangtua. Juga berbulan-bulan lamanya kami berpisah untuk sementara waktu. Wajar jika rasa rindu ingin pulang suka tiba-tiba menyerang. Selain jarak yang terlampau jauh, misi yang belum selesai juga menjadi penyebab belum saatnya kita pulang.  Maka salah satu obat penawar rindu adalah dengan menghabiskan waktu bersama teman-teman tim ekspedisi. Bersama mereka pula saya merasa memiliki saudara dan merasa memiliki rumah baru ketika saya ingin pulang.

Namun sesungguhnya rasa rindu saya itu adalah rasa rindu kepada sesosok ibu. Dan saya bersyukur di tempat ini saya mendapat pengganti seorang ibu. Adalah mamak Hulo, perempuan tangguh setengah baya. Selama kami tinggal di kampung ini mamak adalah sosok orang yang paling sering berinteraksi dengan kami. Ketika ada acara upacara tertentu mamak selalu hadir membantu kami. Dari pertemuan pertemuan itu lah saya mulai memahami bagaimana sosok seorang mamak Hulo. Sebagaimana sosok seorang ibu, mamak Hulo ingin yang terbaik bagi anak-anaknya. Beliau juga tulus memberikan perhatian kepada kami, “anak-anaknya”. Memang saya dan teman-teman yang lain bukanlah anak kandung mamak. Tapi perhatian yang mamak berikan tidak jauh beda seperti orangtua kami sendiri.

Mama Parinah dari Suku Dayak Kenyah juga mamak angkat saya lho

Sesuai adat di dalam suku Dayak, saya bersama yang lain telah mendapat upacara adat dan pemberian restu dalam melaksanakan kegiatan ekspedisi. Dan sebagian dari kami pun telah mendapat gelar nama sebagai tanda menjadi bagian dari mereka. Termasuk mamak Hulo yang telah memberi saya dan teman-teman sebuah nama baru. Itu artinya kami resmi sudah menjadi anak angkat mamak Hulo dan suami. Tak kurang dari 40 orang yang telah mamak angkat sebagai anak. Berarti kami ber-40 ini sejatinya adalah saudara kakak beradik. Sungguh besar keluarga besar mamak Hulo dan suami kini.

Seiring berjalannya waktu kami tinggal bersama penduduk lokal, rasa memiliki sebagai keluarga pun mulai muncul. Kami juga telah dianggap sebagai bagian dari keluarga barunya. Seolah kami ini anak-anaknya yang pulang dari pulau seberang. Ketika kami ada masalah mereka ikut membantu menyelesaikannya. Sering pula saya dan teman-teman yang lain merepotkan mereka dengan berbagai kegiatan ekspedisi. Hubungan kami selama 4 bulan ini memang sulit dilupakan begitu saja. Maka sekarang ketika kami sudah berada jauh dari mereka, masih ada rindu yang menyeruak di antara kami. Termasuk mamak Hulo yang hingga tulisan ini dibuat terkadang mengirimkan sms berbunyi,  “Mama lagi kangen sm anak2 mama yang lain nih….”.

Terima kasih ma… Sudah menjadi ibu bagi kami: anak- mamak.anak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s