Lamin Adat Suku Kayan di Tiong Ohang

Standard

Lamin Adat Suku Kayan

Di kampung Tiong Ohang kecamatan Long Apari terdapat sebuah lamin adat dari sebuah keluarga bangsawan suku Kayan. Bangunan ini memiliki struktur rumah panggung dengan panjang sekitar 30 meter. Menurut salah seorang pewaris lamin ini, bangunan ini dibangun sekitar tahun 1840. Tepatnya ketika suku ini masih berada di Doang Hakong. Namun karena di jaman itu masih sering terjadi peperangan, maka suku ini sering berpindah-pindah. Di tahun 1920 itulah suku ini kemudian pindah ke kampung Tiong Ohang. Yang menarik dalam perpindahan ini bangunan lamin adat yang terdahulu masih dipertahankan. Contohnya dua tiang utama yang berukir. Tiang terbuat dari kayu ulin dengan ukiran khas suku dayak.

Menurut seorang pewarisnya, lamin ini sudah tidak ditinggali sejak tahun 1980an. Karena kondisi bangunannya yang sudah lapuk. Dan di tahun 1999 bangunan ini direnovasi total. Namun tetap mempertahankan bentuk aslinya beserta dua tiang utamanya yang berukir. Bangunan kemudian dilengkapi dengan lukisan pada dindingnya.

Bagian dalam lamin adat

Kamar yang menjadi tempat tinggal

Kamar yang menjadi tempat tinggal

Lamin adat ini memliki sekat sebagai kamar-kamarnya. Sewaktu masih digunakan dahulu, kamar ini terbagi antara kamar keluarga raja besar dengan raja kecil. Sebagai penandanya di depan kamar keluarga raja besar terdapat tiang kayu yang berukir.

Tangga yang terbuat dari Kayu Ulin

Sekarang lamin ini tidak ditinggali oleh keluarga pewaris, namun ditinggali oleh salah seorang kerabat pewaris. Kerabat yang bukan berasal dari turunan bangsawan. Padahal aturannya lamin adat hanya boleh ditempati oleh keluarga turunan bangsawan. Entah karena alasan kemanusiaan atau apa sehingga keluarga pewaris memberikan hak untuk bertempat tinggal. Sebuah langkah yang kemudian disesali adalah ketika si kerabat itu kemudian menyalahgunakan hak dengan mendirikan bangunan tambahan. Jelas saja bangunan semi permanen ini merusak keindahan dan kesakralan sebuah lamin adat.

Anindita F. Bestari (Tim Sosial Budaya)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s