Mengenal Zona cekungan

Standard

Kabupaten Kutai Barat termasuk dalam Cekungan Kutai yang merupakan cekungan terluas dan terdalam di Indonesia. Pengertian cekungan sendiri secara geologi mengacu pada suatu daerah rendahan tempat bermuaranya aliran air dari daerah tinggian, dan menjadi tempat mengendapnya sedimen – sedimen yang terbawa oleh aliran air tersebut. Pada kenyataannya, zona cekungan tersebut saat ini telah mengalami deformasi sehingga topografinya berubah menjadi berbukit – bukit dan tidak lagi menjadi daerah rendahan. Namun, zona cekungan ini masih dapat dikenali dari jenis batuan yang ditemukan yakni dari jenis batuan sedimen seperti batupasir, batulempung dan batuan sedimen klastik lainnya yang khas terbentuk di lingkungan berair, baik sungai, rawa, maupun laut. Kondisi lingkungan yang demikian memungkinkan terbentuknya sumber – sumber energi fosil baik berupa batubara maupun minyak dan gasbumi.

Selama penelitian, unit geologi dan potensi bencana sub – korwil 07 Kutai Barat menemukan sumur gas peninggalan Belanda di Desa Mamahak Kecamatan Long Bagun, yang hingga saat ini masih mengeluarkan gas namun telah lama ditinggalkan (Gambar 1). Gas yang keluar melalui sumur ini diduga berasal dari lapisan batupasir yang berada di bawah lapisan batulempung yang retak sehingga menjadi celah tempat keluarnya gas tersebut ke permukaan. Ciri – ciri gas yang ditemukan adalah berbau menyengat dan sangat mudah terbakar oleh api, identifikasi lebih lanjut mengenai komposisi dan kadar dari gas ini perlu dilakukan sebagai langkah lanjutan untuk mengetahui potensi minyak dan gasbumi yang mungkin terdapat di lokasi ini.

clip_image002clip_image004

Gambar 1. Penemuan sumur gas peninggalan Belanda di Desa Mamahak Kecamatan Long Bagun.

Selain gasbumi, unit geologi dan potensi bencana sub – korwil Kutai Barat juga menemukan beberapa singkapan batubara antara lain di Desa Long Hubung dan Muara Bahat. Kedua daerah tersebut memiliki potensi batubara yang cukup besar jika dilihat dari ciri – ciri batubara yang ditemukan yakni ketebalan rata – rata 10 – 50 cm dan kemiringan lapisan rata – rata 30° (Gambar 2). Kondisi yang demikian sangat baik untuk diproduksi karena lapisan batubaranya cukup tebal dan relatif agak datar sehingga memudahkan proses eksploitasi. Jika membahas tentang potensi batubara di daerah Kutai Barat, akan sangat berhubungan dengan potensi batubara secara luas di Cekungan Kutai. Potensi batubara yang tinggi di wilayah Cekungan Kutai sudah umum diketahui di dunia pertambangan batubara di Indonesia, terbukti dengan beroperasinya sekian banyak perusahaan tambang batubara dalam dan luar negeri di wilayah Cekungan Kutai antara lain meliputi Kabupaten Kutai Barat, Kutai Timur, dan Kutai Kartanegara.

clip_image006clip_image008

Gambar 2. Penemuan batubara pada lokasi penambangan (kiri) dan sungai (kanan) di Desa Long Hubung Kecamatan Long Bagun

(Anis Kurniasih, Peneliti Geologi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s