bahaya laten di kutai barat: banjir dan longsor

Standard

24052012399

Sungai Mahakam

Kondisi kebencanaan daerah Kutai Barat yang sangat menonjol adalah ditemukannya beberapa lokasi tanah longsor atau gerakan tanah di sejumlah titik yang merupakan jalur perhubungan antar kecamatan maupun antar kabupaten. Sejauh ini, belum ada catatan korban jiwa maupun korban materiil yang ditimbulkan akibat longsor tersebut karena lokasinya terletak jauh dari area pemukiman. Namun, bencana ini sempat mengganggu arus transportasi karena lokasi longsor menutup jalan satu – satunya yang menjadi akses lintas kabupaten Kutai Barat – Malinau.

Bencana yang dirasakan sangat merugikan bagi warga adalah banjir, mengingat hampir sebagian besar pemukiman di wilayah Kutai Barat berada di bantaran sungai Mahakam. Banjir ini hampir rutin terjadi tiap musim penghujan saat aliran sungai meluap akibat suplai air bertambah. Permukaan air dapat naik hingga beberapa meter dan menggenangi daerah pemukiman di tepi sungai Mahakam. Kerugian akibat meluapnya sungai Mahakam seharusnya bias diminimalisir jika masyarakat bersedia untuk tinggal di daerah yang lebih tinggi dan menjauhi tepi sungai. Dari penelitian unit geologi dan potensi bencana di sekitar tepi sungai Mahakam, ditemukan endapan banjir yang berjarak kurang lebih 2 km dengan ketinggian lebih tinggi sekitar 25 meter dari permukaan sungai saat ini. Dengan ditemukannya endapan banjir ini, menunjukkan bahwa pada jaman dahulu pernah terjadi banjir besar hingga mencapai lokasi tempat ditemukannya endapan tersebut. Jika diteliti lebih lanjut, penemuan ini dapat menjadi informasi awal dalam penyusunan sejarah banjir sungai Mahakam sehingga masyarakat dapat menyadari seberapa besar resiko mendiami bantaran sungai besar seperti sungai Mahakam.

(Anis Kurniasih, Peneliti Geologi)

One response »

  1. adanya banjir dan tanah longsor di daerah bantaran mahakam juga perlu dilihat dari fondasi penyusun tanah dan vegetasi di daerah itu. adanya alih fungsi hutan bisa juga menyebabkan banjir semakin besar. apalagi, tanah di daerah kalimantan merupakan tanah sulfat masam atau kemungkinan gambut dimana jika disana terdapat pengrusakan, maka tanah tidak mampu menahan air, terjadilah banjir besar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s