Benda Adat Masyarakat Dayak: Guci

Standard

Tajau yang digunakan sebagai benda adat dalam upacara pernikahan Suku Dayak Kenyah

Guci merupakan salah satu benda yang juga dianggap sebagai benda adat karena memiliki fungsi khusus dan biasanya mendapat peran tersendiri dalam upacara-upacara adat tertentu. Guci mempunyai beberapa nama menurut orang Dayak yang dinamai berdasarkan ukuran dan fungsinya. Ada 3 ukuran guci, yaitu guci yang besar dan tinggi sekitar 80-100 cm, ada guci dengan tinggi 60 cm, dan guci yang terkecil berukuran tinggi 40cm.

Guci yang paling besar disebut antang, guci yang berukuran sedang disebut mekau dan yang terkecil disebut kemau. Mekau biasanya digunakan ketika ada upacara pernikahan. Dalam upacara pernikahan juga digunakan salah satu guci yang dinamakan tajau. Tajau ini memiliki makna tersendiri di dalam pernikahan. Antang biasa digunakan untuk ukuran denda adat yang dinilai berdasarkan nilai antang. Dari jaman dahulu antang sudah digunakan sebagai salah satu nilai tukar masyarakat Dayak, juga menjadi patokan ketika digunakan dalam mas kawin pernikahan jaman dahulu dan denda-denda pada pelanggaran adat. Selain memiliki fungsi khusus, guci yang diimiliki masyarakat Dayak biasanya digunakan untuk menyimpan benda-benda pusaka atau benda berharga.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s